Tampilkan postingan dengan label 1. Pengantar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1. Pengantar. Tampilkan semua postingan

Faktor Pendorong Dipilihnya Sistematika Wahyu sebagai Manhaj

1. Landasan Al-Qur'an
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(QS 5/al-Maa'idah :48)

Rahasia Keberhasilan Dakwah Rosululloh saw

Sejarah telah mencatat bahwa Rosululloh saw telah sukses mengubah wajah dunia. Dalam waktu yang relatif singkat, wajah suram dunia Arab jahiliah berubah jadi cahaya iman. Kawasan yang tadinya tak beradab diubah menjadi kawasan yang berperadaban tinggi. Masyarakat yang berpegang teguh pada tradisi nenek moyang diubah menjadi masyarakat yang menggunakan akal dan hati nuraninya untuk menerima bimbingan hidayah. Masyarakat pagan, penyembah berhala berubah menjadi masyarakat tauhid.

Janji-janji Alloh SWT Yang Tertunda

Tak dapat disangkal, baha gerakan Islam yang aling orisinil dijadikn pola adalah gerakan dakwah yang dilakukan Rosululloh saw. Gerakan dakwah ertama ini langsung di bawah bimbingan Alloh SWT. Secara tahap demi tahap melalui wahyu yang turun, dakwah berproses menuju Islam Kaffah. Wahyu yag turun secara bertaha itu tentu menyipa hikmah. Bukan tanpa maksud Alloh SWT memulai wahyu pertama dengan perintah “Iqro’”

Kebangkitan Islam

Isu kebangkitan Islam bergaung keras saat kita memasuki abad XV Hijriyah. Harapan ummat untuk melihat kembali Islam memegang peran dalam kehidupan manusia semakin besar. Harapan itu bukan tanpa alasan,  tetapi diperkuat dengan berbagai peristiwa. Di dunia internasional abad XV ditandai dengan lahirnya negara-negara Islam, dan hancurnya negara adidaya komunis, Uni Soviet. Di Indonesia dirasakan gairah dan semangat orang ber-Islam makin meningkat. Kalau dulu orang malu-malu menampakkan identitas Islamnya, sekarang tidak lagi. Kalangan pejabat, mahasiswa, bahkan para artis ramai mengadakan kajian-kajian Islam. Upacara-upacara formal keagamaan juga kental dengan suasana religius.

Sebab-sebab Kemunduran Islam

Mengapa umat Islam mundur ? Menjawab pertanyaan ini, beberapa tokoh dan pimpinan Islam mencoba menjawab dengan membuat analisa sebagai berikut, antara lain :

  1. Syeikh Muhammad Abduh: “Kaum Masehi maju karena meninggalkan agama (ajaran kitab suci)nya, sedangkan kaum Muslimin mundur justru karena meninggalkan agama (kitab suci)nya.”

  2. Syeikh Abdurrahman Al-Kawkibi mengatakan: “saya mempunyai keyakinan, pokok-pokok kemunduran kita ummat Islam yang mengaku muslim sekarang ini ialah disebabkan karena ‘agama’ yang kita peluk ini. Kita ini memeluk semacam ‘agama’ yang banyak bertentangan dengan agama Islam tetapi kita cap sebagai agama Islam.” Agama yangkita anut adalah psedeo-Islam. Seolah-olah agama Islam tetapi bukan Islam.

  3. Al-Amir Syakib Arsalan: “Aqidah Islam telah tercanpur dengan aqidah lain yang masuk ke dalam hati sanubari kaum muslimin.”

  4. Sayid Qutb: “Islam  mundur karena tidak ditampilkan secara kaffah. Diambil sebagian dan ditinggalkan sebagian yang lainnya.” Dalam buku Dirasah Islamiyah beliau menyampaikan: “Ambil Islam Seluruhnya atau tinggalkan sama sekali.”

Pasang surut peradaban islam

Sejarah telah mencatat kesuksesan gerakan dakwah yang dilakuan Rosululloh saw pada permulaan Islam. Dalam waktu singkat dakwah Islam telah mampu mengubah tatanan masyarakat jahiliayah menjadi beradab dan bermoral, keadilan ditegakkan, nilai-nilai kemanusiaan dihormati dan moralitas dijunjung tinggi. Inilah wujud kongkrit peradaban Rabbaniah-Ilahiyah, pada masa ini oleh para pakar sejarah disebut sebagai Kharul-Qurun, yaitu sebaik-baik masa dalam peradaban Islam.